Selasa, 18 Oktober 2011

Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Obyek Pertemuan 6

Diagram Interaksi

Diagram interaksi adalah model yang mendeskripsikan bagaimana sekelompok objek berkolaborasi dalam satu perilaku yang biasanya berkaitan dalam satu use case. Pada UML, diagram interaksi terdiri dari dua yaitu diagram sekuen/sequence diagram dan diagram kolaborasi/collaboration diagram. Pada diagram sekuen , objek-objek ditunjukkan sebagai garis vertical dengan pesannya garis horizontal di antara objek-objek. Bentuk ini dipopulekan oleh Jacobson, dengan cara membaca dari atas ke bawah dari kiri ke kanan.

Pada diagram kolaborasi, objek ditunjukkan sebagai icon. Anak panah mengindikasikan pesan-pesan yang dikirim. Pewaktuan atau urutan ditunjukkan dengan penomoran.

Elemen model interaksi

Elemen model interaksi terdiri dari :

  • Objek
  • Link
  • Pesan

Objek

Objek yang berpartisipasi dapat berupa sesuatu yang konkret atau prototype. Sesuatu yang konkret adalah sesuatu yang merepresentasikan pada dunia nyata. Misalnya kelas Dosen. Pada kolaborasi kita menggunakan sesuatu yang prototype yang memainkan pesan tertentu.

Link

Link adalah koneksi semantic di antara objek-objek. Link adalah instan dari asosiasi. Ketika kelas mempunyai link dengan kelas maka bisa terdapat link di antara dua objek., maka satu objek dapat mengirim pesan objek yang lain.

Pesan

Merupakan spesifikasi komunikasi di antara objek-objek yang memuat informasi dengan aktivitas yang diharapkan. Beberapa jenis aksi diantaraya:

  • Call
  • Return
  • Send
  • Create
  • Destroy

Kegunaan diagram interaksi adalah:

  • Memodelkan aliran kendali
  • Memodelkan aliran kendali berdasarkan waktu
  • Memodelkan aliran kendali berdasarkan organisasi

Diagram sekuens

Untuk membuat statechart kita dapat dibantu dengan terlebih dahulu menggambarkan urutan kejadian (event trace diagram) suatu kegiatan/scenario. Urutan kejadian ini digambarkan dengan diagram sekuen / diagram lacak kejadian. Diagram sekuen mendeskripsikan komunikasi di antara objek-objek, meliputi pesan-pesan yang ada dan urutan pesan tersebut muncul. Sequence diagram dapat berasosiasi dengan realisasi usecase digunakan untuk menunjukkan flow dari fungsionalitas di dalam suatu use case.

Diagram sekuen digunakan untuk:

  • Overview perilaku objek
  • Menunjukkan objek-objek yang diperlukan
  • Mendokumentasikan scenario dari suatu diagram use case
  • Memeriksa jalur-jalur pengaksesan

Diagram sekuen menunjukkan objek sebagai garis vertical dan tiap kejadian sebagai panah horizontal dari objek pengirim ke objek penerima. Diagram ini hanya menunjukkan urutan waktu kejadian tetapi tidak menunjukkan pewaktuan yang nyata.

Perbedaan diagram sekuen dengan diagram kolaborasi

  1. Terdapat lifeline objek. Garis putus-putus vertical mempresentasikan keberadaan suatu objek di satu periode waktu
  2. Focus diagram sekuen adalah kendali

Kita memerlukan sedikitnya satu diagram sekuen untuk masing-masing use case. Jika kita kesulitan dalam membuat diagram sekuen atas suatu use case berarti terdapat kekeliruan dalam pembuatan use case, pertimbangkan untuk mengkaji ulang pemodelan use case

Notasi dalam sekuen diagram

Notasi objek

Objek digambarkan sebagai segiempat berisikan

- nama objek saja

- Nama objek dan nama kelas

- Nama kelas saja

Notasi Timeline

Garis waktu setiap object digambarkan sebagai garis terputus-putus di bawah masing-masing object.

Notasi message

Aliran message digambarkan sebagai garis berpanah dari satu titik di timeline object pengirim ke titik di timeline object penerima. Nama message dan argumen dituliskan di atas garis message tsb

• Jenis-jenis message

– Simple, Procedure call, Return, Synchronous, Asynchronous, Balking, Timeout

• Frekuensi message

– Periodic, Aperiodic


Contoh diagram sequence kasus "membuka rekening baru" :

Diagram kolaborasi

Pada dasarnya memberikan informasi yang mirip dengan sequence diagram namun dengan sudut pandang interaksinya (sementara sequence diagram pada sudut pandang timeline) , digunakan oleh QA dan System Architect untuk melihat distribusi proses antara object-object

– Misalnya pada diagram berbentuk star menunjukkan sistem yang sangat dependent pada object sentral sehingga perlu redesign untuk distribusi processing power

Notasi

• Object digambarkan sebagai segiempat dengan nama:

– Jika hanya nama class maka dituliskan setelah tanda ”:”

– Jika dengan nama object (serta nama class) maka kedua nama dituliskan dipisahkan tanda “:” sebagai “: ”

• Link antara object digambarkan dengan garis yang menghubungkannya

• Message ditampilkan sebagai teks dan panah berarah dari pengirim pesan ke tujuan.

• Di depan pesan dituliskan angka yang menyatakan nomor urutan dalam interaksi


Contoh diagram kolaborasi :




Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Obyek Pertemuan 5

Use Case diagram

Diagram Use Case adalah diagram yang menunjukkan fungsionalitas suatu sistem atau kelas dan bagaimana sistem tersebut berinteraksi dengan dunia luar dan menjelaskan sistem secara fungsional yang terlihat user. Biasanya dibuat pada awal pengembangan. Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya. Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Use case diagram dapat sangat membantu bila kita sedang menyusun requirement sebuah sistem, mengkomunikasikan rancangan dengan klien, dan merancang test case untuk semua feature yang ada pada sistem. Sebuah use case dapat meng-include fungsionalitas use case lain sebagai bagian dari proses dalam dirinya. Secara umum diasumsikan bahwa use case yang di-include akan dipanggil setiap kali use case yang meng-include dieksekusi secara normal. Sebuah use case dapat di-include oleh lebih dari satu use case lain, sehingga duplikasi fungsionalitas dapat dihindari dengan cara menarik keluar fungsionalitas yang common. Sebuah use case juga dapat meng-extend use case lain dengan behaviour-nya sendiri. Sementara hubungan generalisasi antar use case menunjukkan bahwa use case yang satu merupakan spesialisasi dari yang lain.

Notasi Gambar Yang Diapakai Use Case :

1. Actor
Seorang / sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.


2. Case
Menggambarkan deskripsi yang melibatkan actor.



contoh case yang melibatkan actor :


3. Extend
Relasi yang digunakan jika use case yang satu mirip dengan use case yang lain.

4. Include
Relasi jika terdapat perilaku yang mirip dengan beberapa use case.

Cara Menemukan Use Case

  • Pola perilaku perangkat lunak aplikasi.
  • Gambaran tugas dari sebuah actor.
  • Sistem atau “benda” yang memberikan sesuatu yang bernilai kepada actor.
  • Apa yang dikerjakan oleh suatu perangkat lunak (bukan bagaimana cara mengerjakannya).

Contoh Use Case Diagram :


Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Obyek Pertemuan 4

Activity Diagram

Activity diagram adalah representasi grafis dari alur kerja tahapan aktifitas. Diagram ini mendukung pilihan tindakan, iterasi dan concurrency. Pada pemodelan UML, activity diagram dapat digunakan untuk menjelaskan bisnis dan alur kerja operasional secara step-by-step dari komponen suatu sistem. Activity diagram menunjukkan keseluruhan dari aliran kontrol.

Simbol activity diagram :

contoh activity diagram mengenai penarikan uang dari account bank melalui ATM :


Perencanaan Sistem Informasi Berbasis Obyek Pertemuan 3

Pemodelan Bisnis

Pemodelan Bisnis, secara formal, didefinisikan sebagai segala teknik pemodelan yang digunakan untuk mengambarkan model sebuah bisnis. Pemodelan Bisnis dapat digunakan untuk meninjau, meningkatkan, dan membuat sebuah bisnis. Dengan dilakukannya pemodelan bisnis diharapkan kita:

  • Memahami struktur dan dinamika organisasi
  • Memahami masalah-masalah dalam mencapai target organisasi dan menemukan potensi untuk kemajuan organisasi.
  • Yakin bahwa para customer, end user, dan developer mempunyai sebuah pemahaman yang benar mengenai organisasi.
  • Dapat menurunkan/mendapatkan kebutuhan perangkat lunak yang akan kita buat yang diperlukan untuk mendukung pencapaian target organisasi.

Kapan membutuhkan Pemodelan Bisnis?

  • Jika kelompok kerja merupakan kelompok baru dalam organisasi
  • Jika organisasi mengalami re-engineering proses bisnis/ bermaksud menjalankan re-engineering proses bisnis
  • Jika kita akan membangun perangkat lunak yang akan dipergunakan oleh porsi yang significant dari organisasi
  • Jika terdapat aliran kerja yang kompleks dan besar yang tidak didokumentasikan
  • Jika kita merupakan konsultan organisasi yang belum pernah bekerja sama

Kapan tidak memerlukan Pemodelan Bisnis?

  • Jika kita telah memahami struktur, tujuan, visi dan stakeholder dari organisasi
  • Jika kita membangun perangkat lunak yang akan dipergunakan hanya oleh bagian kecil dari organisasi dan tidak akan menimbulkan efek pada keseluruhan bisnis
  • Jika aliran kerja organisasi telah jelas dan didokumentasikan dengan baik
  • Jika tidak terdapat banyak waktu (tapi tidak boleh dijadikan alasan).

Elemen-elemen pemodelan bisnis:

  • Business use-case model, dengan elemen-elemen: Business Actor dan Business Use-case, serta Activity Diagram untuk menjelaskan model business use-case. Berikut gambaran Business Use-case Diagram [Activity Diagram dapat dilihat di sini].


  • Business objek model, dengan elemen-elemen: Business Worker (Pekerja Bisnis), Business Entity (Entitas Bisnis)


Business Object Model: Menggambarkan realisasi business use-case. Mengenali semua orang yang bekerja dan benda yang terlibat dalam bisnis dan bagaimana satu sama lain berhubungan

Business Use-case Model: Merupakan model yang menggambarkan proses bisnis dari sebuah bisnis atau organisasi dan interaksi proses tersebut dengan pihak luar, seperti para customer dan partner. Diperlukan untuk memperjelas konteks bisnis dari perangkat lunak yang akan dibuat, bersifat optional. Diilustrasikan dalam satu atau beberapa business use-case diagram.